Month: October 2025

Menafsirkan Ayat-Ayat Lingkungan untuk Gerakan Konservasi Hijau

Krisis lingkungan global—mulai dari perubahan iklim, polusi, hingga kerusakan hutan—adalah tantangan moral dan eksistensial terbesar abad ini. Bagi umat Islam, isu ini bukanlah isu sekunder, melainkan inti dari ajaran tentang tanggung jawab kekhalifahan di bumi. Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an (STIQ) ASH berkomitmen untuk membekali lulusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) dengan pemahaman mendalam tentang Ekologi Al-Qur’an. Kami mengajarkan mahasiswa untuk menafsirkan dan mengaplikasikan ayat-ayat lingkungan (Ayat-Ayat Kauniyah) untuk mendorong gerakan konservasi dan green economy yang berbasis Syariah. 1. Konsep Khalifah dan Larangan Fasad Studi Tafsir di STIQ ASH menekankan dua konsep fundamental dalam etika lingkungan Islam: 2. Metodologi Tafsir Lingkungan…

Menghimpun Jawaban Al-Qur’an untuk Isu Kebangsaan dan Sosial Kontemporer

Studi Al-Qur’an tidak boleh terbatas pada penafsiran ayat per ayat (tahlili), tetapi harus mampu menyajikan pandangan Al-Qur’an yang utuh terhadap isu-isu besar yang dihadapi umat manusia. Tafsir Tematik (Maudhu’i) adalah metodologi kunci yang memungkinkan kita menghimpun semua ayat terkait suatu topik—misalnya “Toleransi”, “Lingkungan”, atau “Keadilan Sosial”—untuk mendapatkan kesimpulan Al-Qur’an yang komprehensif. Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an (STIQ) ASH melatih mahasiswanya, khususnya di Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT), untuk menguasai metode Maudhu’i ini, agar lulusan kami siap menjadi penafsir yang relevan dan solutif. 1. Melacak Solusi Al-Qur’an Secara Menyeluruh Tantangan kontemporer sering kali kompleks, dan solusinya membutuhkan pandangan holistik. Tafsir…

Menggali Kekayaan Makna Melalui Ilmu Qira’at di STIQ ASH

Banyak umat Islam familiar dengan satu gaya bacaan Al-Qur’an (riwayat Hafs dari Ashim). Namun, Al-Qur’an diturunkan dengan tujuh hingga sepuluh variasi bacaan yang autentik (Qira’at Sab’ah atau Asy’ar). Ilmu Qira’at adalah disiplin ilmu yang mempelajari variasi-variasi ini. Bagi seorang penafsir (Mufassir), menguasai ilmu ini adalah kunci untuk membuka lapisan makna yang lebih dalam dan kaya. Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an (STIQ) ASH secara serius mengintegrasikan studi Qira’at ke dalam kurikulum Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT), memastikan lulusannya tidak hanya hafal, tetapi juga memahami kedalaman bahasa Al-Qur’an. 1. Qira’at sebagai Sumber Kekayaan Tafsir Variasi bacaan seringkali menghasilkan variasi makna, yang semuanya sahih…

Jawaban Tafsir Kontemporer atas Krisis Spiritual Generasi Muda

Generasi muda saat ini menghadapi tantangan moral dan spiritual yang kompleks: krisis identitas, kecanduan digital, dan tekanan eksistensial. Di tengah arus modernisasi yang deras, mereka mencari pegangan yang kokoh. Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an (STIQ) ASH meyakini bahwa jawaban fundamental atas krisis ini ada pada pemahaman mendalam dan kontekstual terhadap Al-Qur’an. Melalui Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT), STIQ ASH tidak hanya mencetak penghafal, tetapi juga Mufassir (penafsir) yang mampu menjadikan Al-Qur’an sebagai kompas moral yang relevan bagi peradaban modern. 1. Tafsir yang Menyentuh Isu Hati dan Jiwa Studi Tafsir di STIQ ASH diarahkan untuk mengatasi masalah nyata yang dihadapi…

Menjaga Otentisitas Tafsir dari Generasi ke Generasi di STIQ ASH

Dalam tradisi keilmuan Islam, khususnya dalam studi Al-Qur’an dan Hadits, konsep Sanad (rantai transmisi guru ke guru hingga Rasulullah SAW) adalah pilar utama yang menjamin otentisitas dan keabsahan ilmu. Di era digital ini, ketika setiap orang bisa mengakses terjemahan dan tafsir secara instan, peran sanad menjadi semakin krusial. Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an (STIQ) ASH menempatkan sanad sebagai bagian tak terpisahkan dari kurikulum Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT). Kami tidak hanya mengajarkan apa yang ada di dalam kitab, tetapi juga mengajarkan bagaimana ilmu itu diturunkan dan diamalkan. 1. Sanad sebagai Garansi Kualitas Ilmu Mempelajari Tafsir tanpa sanad ibarat membaca peta tanpa…

Misi STIQ ASH Mencetak Generasi Penjaga dan Penafsir Wahyu

Dalam tradisi keilmuan Islam, seorang Hafizh (penghafal Al-Qur’an) diposisikan sebagai penjaga teks suci, sementara seorang Mufassir (ahli tafsir) adalah penerjemah maknanya bagi umat. Di era modern, tantangan umat Islam adalah memiliki individu yang menguasai kedua peran ini sekaligus. Hafalan tanpa pemahaman mendalam bisa kaku, sementara pemahaman tanpa hafalan bisa kehilangan ruh otentisitas. Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an (STIQ) ASH didirikan dengan misi unik untuk menjembatani jurang tersebut. Melalui Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT), kami mencetak lulusan yang tidak hanya fasih melantunkan ayat, tetapi juga ahli dalam menjelaskan relevansi ayat-ayat tersebut dengan isu-isu kontemporer. 1. Keunggulan Ganda: Hafizh dan Fa’him…

Memahami Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) sebagai Kunci Memimpin Peradaban Masa Kini

Generasi Qur’ani tidak hanya dituntut untuk hafal ayat-ayat suci, tetapi juga harus mampu menjadi juru bicara Al-Qur’an dalam menjawab tantangan zaman. Di tengah kompleksitas masalah sosial, ekonomi, dan teknologi saat ini, pemahaman yang utuh dan mendalam terhadap kalamullah adalah sebuah kebutuhan, bukan lagi sekadar pilihan. Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an (STIQ) ASH secara spesifik hadir untuk mencetak ahli di bidang ini melalui Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT). Kami mengajak Anda untuk melihat IAT bukan hanya sebagai studi agama, tetapi sebagai ilmu multidisiplin yang memimpin peradaban. 1. IAT: Jantung Ilmu Pengetahuan Islam Program Studi IAT di STIQ ASH dirancang untuk…

Mengapa Ilmu Al-Qur’an di STIQ ASH Sangat Relevan di Era Digital

Di tengah hiruk-pikuk informasi dan tantangan moral di era digital, kembalinya umat kepada sumber utama petunjuk, yaitu Al-Qur’an, menjadi sebuah keniscayaan. Namun, mempelajari Al-Qur’an bukan sekadar membaca, melainkan mendalami, memahami, dan mengamalkan setiap hikmah yang terkandung di dalamnya. Di sinilah Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an (STIQ) ASH hadir. Sebagai lembaga pendidikan tinggi yang spesifik di bidang Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, STIQ ASH berkomitmen untuk mencetak generasi Qur’ani yang bukan hanya hafal, tetapi juga faqih (paham mendalam) dan ‘amil (mengamalkan) Al-Qur’an. 1. Fokus Spesialisasi: Kedalaman Ilmu Al-Qur’an yang Tak Tertandingi Berbeda dengan institusi lain, STIQ ASH memusatkan seluruh daya dan upayanya pada…

Peran Strategis Guru Muslim dalam Membentuk Akhlak Generasi Bangsa

Dalam sistem pendidikan Islam, guru memiliki posisi yang sangat mulia — bukan hanya sebagai pengajar ilmu, tetapi juga sebagai pembentuk akhlak dan kepribadian umat. Di tengah tantangan moral dan perubahan sosial yang cepat, guru Muslim memiliki tanggung jawab besar untuk menanamkan nilai-nilai Islam yang kokoh dalam diri peserta didik. Sebagai lembaga pendidikan tinggi Islam, STIQ Ash-Shiddiq hadir untuk melahirkan pendidik yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki jiwa dakwah, keikhlasan, dan keteladanan moral dalam mendidik generasi bangsa. Guru Sebagai Pewaris Para Nabi Dalam pandangan Islam, guru menempati kedudukan yang sangat istimewa. Rasulullah ﷺ bersabda: “Sesungguhnya para ulama adalah…