Memahami Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) sebagai Kunci Memimpin Peradaban Masa Kini

Memahami Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) sebagai Kunci Memimpin Peradaban Masa Kini

Generasi Qur’ani tidak hanya dituntut untuk hafal ayat-ayat suci, tetapi juga harus mampu menjadi juru bicara Al-Qur’an dalam menjawab tantangan zaman. Di tengah kompleksitas masalah sosial, ekonomi, dan teknologi saat ini, pemahaman yang utuh dan mendalam terhadap kalamullah adalah sebuah kebutuhan, bukan lagi sekadar pilihan.

Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an (STIQ) ASH secara spesifik hadir untuk mencetak ahli di bidang ini melalui Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT). Kami mengajak Anda untuk melihat IAT bukan hanya sebagai studi agama, tetapi sebagai ilmu multidisiplin yang memimpin peradaban.

1. IAT: Jantung Ilmu Pengetahuan Islam

Program Studi IAT di STIQ ASH dirancang untuk membawa mahasiswa jauh melampaui kemampuan membaca dan menghafal. Anda akan menyelami lautan ilmu yang mencakup:

  • Ulumul Qur’an: Mempelajari ilmu-ilmu dasar Al-Qur’an, seperti Asbabun Nuzul (sebab-sebab turunnya ayat), Nasikh wal Mansukh (ayat yang menghapus dan dihapus), dan Rasm Utsmani (penulisan mushaf). Ini adalah fondasi untuk menafsirkan ayat secara benar.
  • Metode Tafsir Kontemporer: Menganalisis berbagai pendekatan dalam menafsirkan Al-Qur’an, dari metode klasik (Tahlili, Ijmali) hingga metode tematik (Maudhu’i) yang relevan untuk isu-isu modern (misalnya, tafsir tentang lingkungan, cyber ethic, atau entrepreneurship).
  • Aspek Ilmiah & Sosial: Kami mengajarkan bagaimana Al-Qur’an dapat menjadi kerangka berpikir untuk ilmu-ilmu umum, menghubungkan wahyu dengan sains, teknologi, dan masalah kemasyarakatan.

2. Lulusan IAT: Bukan Sekadar Ustadz

Lulusan IAT dari STIQ ASH memiliki prospek karir yang luas dan strategis, jauh melampaui profesi tradisional:

  • Pakar Tafsir dan Konsultan Syariah: Bekerja di lembaga keuangan syariah, dewan pengawas syariah, atau badan pemerintah yang membutuhkan telaah keagamaan mendalam.
  • Peneliti Al-Qur’an: Menjadi akademisi atau peneliti yang mengkaji Al-Qur’an dengan metodologi ilmiah di pusat studi Islam atau perguruan tinggi.
  • Pendidik Qur’ani Profesional: Menjadi guru/dosen yang mampu mengajarkan Al-Qur’an dengan pemahaman kontekstual dan aplikasi praktis di lembaga pendidikan.
  • Content Creator Islam: Menggunakan keilmuan yang valid untuk memproduksi konten digital (video, podcast, media sosial) yang mencerahkan dan anti-hoax.

3. Keunggulan Komunitas Akademik STIQ ASH

Di STIQ ASH, kami menyediakan ekosistem yang kondusif bagi pertumbuhan keilmuan Al-Qur’an:

  • Dosen Berkompeten: Pembimbing yang merupakan para Hafizh dan Mufassir (Ahli Tafsir) dengan latar belakang keilmuan dari berbagai mazhab dan tradisi.
  • Pembinaan Tahfizh Intensif: Bagi yang ingin menguatkan hafalan, kami menyediakan program pembinaan tahfizh yang terstruktur dan bersanad.
  • Akses Kitab Tafsir: Mahasiswa memiliki akses ke koleksi kitab-kitab tafsir rujukan, baik cetak maupun digital, untuk mendukung penelitian dan kajian mendalam.

Jika Anda bertekad untuk menjadi bagian dari generasi yang tidak hanya membaca, tetapi juga menghidupkan dan mengaplikasikan Al-Qur’an dalam kehidupan modern, Program Studi IAT di STIQ ASH adalah tempat Anda.

Leave a Reply