Misi STIQ ASH Mencetak Generasi Penjaga dan Penafsir Wahyu
Dalam tradisi keilmuan Islam, seorang Hafizh (penghafal Al-Qur’an) diposisikan sebagai penjaga teks suci, sementara seorang Mufassir (ahli tafsir) adalah penerjemah maknanya bagi umat. Di era modern, tantangan umat Islam adalah memiliki individu yang menguasai kedua peran ini sekaligus. Hafalan tanpa pemahaman mendalam bisa kaku, sementara pemahaman tanpa hafalan bisa kehilangan ruh otentisitas.
Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an (STIQ) ASH didirikan dengan misi unik untuk menjembatani jurang tersebut. Melalui Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT), kami mencetak lulusan yang tidak hanya fasih melantunkan ayat, tetapi juga ahli dalam menjelaskan relevansi ayat-ayat tersebut dengan isu-isu kontemporer.
1. Keunggulan Ganda: Hafizh dan Fa’him
STIQ ASH menekankan pada proses belajar yang integratif:
- Pondasi Tahfizh yang Kuat: Program kami memberikan pembinaan intensif bagi mahasiswa untuk mencapai target hafalan tertentu atau memelihara hafalan yang sudah dimiliki. Hafalan yang kukuh menjadi modal utama untuk kajian Tafsir dan Ulumul Qur’an.
- Kedalaman Tafsir: Mahasiswa tidak hanya membaca terjemahan, tetapi diajarkan metodologi ilmiah untuk memahami tafsir klasik (Tafsir Ibnu Katsir, Al-Jalalain) hingga tafsir modern yang kontekstual. Ini termasuk ilmu-ilmu penunjang seperti Bahasa Arab, Asbabun Nuzul, dan Munāsabah (korelasi antar ayat).
2. Tafsir Kontemporer: Menjawab Isu Peradaban
Seorang Mufassir di abad ke-21 harus mampu menggunakan Al-Qur’an sebagai solusi atas permasalahan global. Di STIQ ASH, fokus kajian IAT meliputi:
- Tafsir Sosial: Mengaplikasikan nilai-nilai Al-Qur’an untuk mengatasi masalah kemiskinan, ketidakadilan, dan kesenjangan sosial.
- Tafsir Saintifik: Menggali potensi isyarat-isyarat ilmiah dalam Al-Qur’an dan menghubungkannya dengan penemuan sains modern (tanpa bersikap over-tafsir).
- Tafsir Digital dan Media: Menganalisis bagaimana Al-Qur’an memberikan pedoman etika dalam penggunaan teknologi, media sosial, dan informasi digital.
Lulusan kami siap menjadi cendekiawan Muslim yang mampu berdialog dengan para pakar di berbagai bidang ilmu.
3. Prospek Lulusan: Karir Multidisiplin
Lulusan IAT dari STIQ ASH memiliki jalur karir yang luas, mencerminkan keahlian ganda mereka:
| Jalur Karir | Peran Utama |
| Akademisi/Peneliti | Dosen IAT, Peneliti di pusat kajian Al-Qur’an, Penulis buku Tafsir. |
| Da’i dan Konsultan | Penceramah yang mendalam, Konsultan Syariah di lembaga keuangan atau perusahaan media. |
| Kementerian Agama & MUI | Staf ahli dan pengawas kurikulum, Verifikator Mushaf Al-Qur’an. |
| Pendidik/Guru | Guru PAI/Al-Qur’an di sekolah unggulan, kepala sekolah/madrasah. |
Bergabung dengan STIQ ASH berarti Anda memilih jalur pendidikan yang melahirkan generasi ulama profesional—memiliki hati seorang Hafizh dan nalar seorang Mufassir.
