Month: November 2025

Menyongsong Generasi Qur’ani & Digital

Visi & Misi: Menyatukan Ilmu Al-Qur’an dan Teknologi Modern STIQ Ash-Shiddiq hadir sebagai lembaga pendidikan tinggi Islam dengan tujuan mulia: mencetak generasi “Qur’ani yang berilmu, beradab, dan berkontribusi untuk umat”.Dengan visi ini, STIQ Ash-Shiddiq menawarkan pendekatan pendidikan yang menggabungkan tradisi keilmuan Al-Qur’an klasik dan kecanggihan zaman — menjawab kebutuhan umat Muslim dalam konteks dunia modern. Misi kampus ini didesain untuk membentuk mahasiswa yang tidak hanya memahami Al-Qur’an secara mendalam, tetapi juga mampu menerjemahkan nilai-nilai Qur’ani ke dalam aktivitas nyata dalam kehidupan modern — menjadi dai, peneliti, atau profesional Muslim yang produktif. Program Studi & Fasilitas: Kaya Pilihan, Sesuai Zaman Beberapa…

STIQ Ash-Shiddiqiyah dalam Mengintegrasikan Sains dan Al-Qur’an dengan Metodologi yang Benar

Al-Qur’an mengandung ayat-ayat yang menyinggung fenomena alam semesta (Ayat al-Kawniyyah). Di era digital, ayat-ayat ini sering disalahgunakan atau disalahpahami: Ayat sains dipaksakan untuk mencocokkan setiap penemuan ilmiah terbaru (concordism yang berlebihan), atau sebaliknya, diinterpretasikan secara dangkal tanpa dukungan metodologi tafsir yang mapan. Permasalahan hari ini adalah: Banyak influencer non-ahli tafsir menyebarkan misinterpretasi ayat sains di media sosial, yang tidak hanya merusak citra Islam di kalangan intelektual, tetapi juga menimbulkan keraguan ketika teori ilmiah yang dicocokkan tersebut terbukti berubah. Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an (STIQ) Ash-Shiddiqiyah menyadari bahwa interaksi antara sains dan tafsir harus dilakukan dengan sangat hati-hati dan metodologis. Kami berkomitmen…

Menjadikan Riset Al-Qur’an sebagai Solusi Nyata di Era Digital

Dunia pendidikan tinggi Indonesia tengah didorong untuk bertransformasi menjadi “Kampus Berdampak”, di mana setiap riset dan inovasi harus memberikan manfaat nyata (hilirisasi) bagi masyarakat. Bagi Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an (STIQ) Ar-Rasyidiyah, tantangan ini bukan berarti harus meninggalkan identitas keilmuan Al-Qur’an, melainkan sebuah kesempatan emas untuk menghilirkan nilai-nilai wahyu dan hasil kajian tafsir menjadi solusi konkret di tengah permasalahan kontemporer. Bagaimana lembaga yang fokus pada tahfizh, tafsir, dan ulumul Qur’an ini bisa menjadi kampus yang relevan dan berdampak di era serba digital? Jawabannya terletak pada sinergi antara tradisi keilmuan yang mendalam dengan tuntutan inovasi masa kini. Dari Mushaf ke Masyarakat: Mengapa…

Menghadapi Badai Keraguan

Generasi muda Muslim hari ini hidup di tengah arus deras ideologi yang mempertanyakan segala sesuatu, terutama Skeptisisme (keraguan) dan Relativisme (anggapan bahwa semua kebenaran bersifat subjektif dan relatif, tidak ada yang absolut). Di ruang digital, mereka terpapar narasi yang mengatakan, “Semua agama sama benarnya,” atau “Kebenaran itu tergantung sudut pandang masing-masing.” Permasalahan hari ini adalah: Relativisme ini mengikis fondasi keimanan (Aqidah) dan menghilangkan pegangan moral yang kokoh, karena jika semua kebenaran sama, maka tidak ada yang penting untuk diperjuangkan. Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an (STIQ) Ash-Shiddiqiyah menyadari bahwa Al-Qur’an adalah Al-Haqq (Kebenaran Absolut) yang harus menjadi jangkar. Kami berkomitmen menghasilkan Sarjana…

Meneguhkan Kebenaran Absolut (Haqq) di Era Relativisme

Generasi muda Muslim hari ini hidup di tengah arus deras ideologi yang mempertanyakan segala sesuatu, terutama Skeptisisme (keraguan) dan Relativisme (anggapan bahwa semua kebenaran bersifat subjektif dan relatif, tidak ada yang absolut). Di ruang digital, mereka terpapar narasi yang mengatakan, “Semua agama sama benarnya,” atau “Kebenaran itu tergantung sudut pandang masing-masing.” Permasalahan hari ini adalah: Relativisme ini mengikis fondasi keimanan (Aqidah) dan menghilangkan pegangan moral yang kokoh, karena jika semua kebenaran sama, maka tidak ada yang penting untuk diperjuangkan. Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an (STIQ) Ash-Shiddiqiyah menyadari bahwa Al-Qur’an adalah Al-Haqq (Kebenaran Absolut) yang harus menjadi jangkar. Kami berkomitmen menghasilkan Sarjana…

Peran Sarjana Tafsir STIQ Ash-Shiddiqiyah dalam Melawan Individualisme Digital

Di tengah kemudahan donasi online dan kampanye sosial yang viral, ironisnya, masyarakat modern menghadapi peningkatan Individualisme Digital—terhubung secara virtual, tetapi terpisah secara emosional dan sosial. Konsekuensinya, banyak yang merasa nyaman menyumbang hanya dengan satu klik tanpa menginternalisasi nilai-nilai fundamental Infaq, Sadaqah, dan Takaful (saling menanggung beban) yang diajarkan Al-Qur’an. Permasalahan hari ini adalah: Banyak umat yang menganggap Infaq sebagai beban finansial, bukan sebagai jembatan sosial dan sarana penyucian diri. Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an (STIQ) Ash-Shiddiqiyah melihat ini sebagai tantangan Tarbiyah sosial. Kami berkomitmen menghasilkan Sarjana Tafsir yang mampu mengubah perspektif umat tentang Infaq dan Takaful, mengajarkan bahwa kekayaan sejatinya adalah…

STIQ Ash-Shiddiqiyah Mencetak Sarjana Tafsir yang Menguasai I’jaz Ilmi

Generasi muda Muslim hari ini hidup di era di mana informasi ilmiah (Sains) sangat mudah diakses, namun sayangnya, hal ini seringkali diiringi dengan penyebaran narasi Atheisme Digital yang mempertanyakan eksistensi Tuhan atau meragukan relevansi wahyu. Mereka dihadapkan pada dikotomi palsu: harus memilih antara ilmu pengetahuan modern atau agama. Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an (STIQ) Ash-Shiddiqiyah menyadari bahwa Al-Qur’an sendiri adalah kitab ilmu yang universal. Kami berkomitmen menghasilkan Sarjana Tafsir yang mampu menguasai ilmu Tafsir Klasik sekaligus memahami Ayat-Ayat Kauniyah (ayat-ayat tentang alam semesta dan penciptaan) dari perspektif I’jaz Ilmi (Mukjizat Ilmiah Al-Qur’an). Lulusan kami dipersiapkan untuk menjadi Juru Bicara Sains-Agama, menjembatani…

Peran Generasi Qur’ani Menghadapi Tantangan Zaman

STIQ Ash-Shiddiq, Kutacane – Dunia sedang berada di persimpangan jalan yang penuh ketidakpastian. Konflik berkepanjangan, krisis ekonomi, perubahan iklim ekstrem, hingga tsunami informasi di era digital telah menciptakan kondisi yang kompleks dan penuh tantangan. Di tengah kegelapan ini, Al-Qur’an hadir sebagai cahaya yang tak pernah padam, memberi petunjuk bagi mereka yang mencarinya. Pertanyaannya: bagaimana generasi muda Muslim dapat menjadi agen perubahan yang membawa solusi Qur’ani untuk permasalahan global? Inilah panggilan yang harus dijawab oleh para pencinta Al-Qur’an di era kontemporer. Panorama Krisis Global 2025 World Economic Forum dalam laporannya menyebutkan bahwa konflik bersenjata berbasis negara menjadi risiko teratas di tahun…

Mengukir Peradaban Mulia Melalui Cahaya Al-Qur’an di STIQ Ash-Shiddiq

Di tengah arus modernisasi yang terus berkembang, kebutuhan akan pemahaman mendalam terhadap Al-Qur’an semakin mendesak. Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an Ash-Shiddiq (STIQ Ash-Shiddiq) hadir sebagai mercusuar ilmu yang menerangi jalan para pencari kebenaran. Lebih dari sekadar lembaga pendidikan tinggi, STIQ Ash-Shiddiq adalah rumah bagi para pecinta Al-Qur’an yang ingin mendalami, menghayati, dan mengamalkan nilai-nilai kitab suci dalam setiap aspek kehidupan. Dengan visi menjadi cahaya peradaban melalui ilmu dan Al-Qur’an, institusi ini berkomitmen melahirkan sarjana Muslim yang tidak hanya hafal ayat-ayat suci, tetapi juga mampu mengontekstualisasikan pesan-pesan Ilahi dalam realitas kehidupan kontemporer. Setiap mahasiswa dibimbing untuk menjadi agen perubahan yang membawa berkah…

Integrasi Teknologi AI dan Kearifan Lokal: Strategi Pendidikan Islam Modern

Dalam era digital yang berkembang pesat, institusi pendidikan Islam menghadapi tantangan unik: bagaimana mempertahankan nilai-nilai tradisional sambil memanfaatkan inovasi teknologi? STIQASH memposisikan diri sebagai jembatan antara warisan intelektual Islam dan kebutuhan pembelajaran abad ke-21. Mengapa Pertanyaan Ini Penting? Generasi mahasiswa saat ini lahir di tengah revolusi digital. Mereka tidak hanya menuntut konten berkualitas, tetapi juga metode pembelajaran yang relevan dengan dunia nyata. Paradoksnya, semakin canggih teknologi, semakin dalam mahasiswa merasa kehilangan koneksi spiritual dan identitas budaya mereka. Pembelajaran Hibrida: Ruang Virtual untuk Diskusi Fiqih STIQASH telah mengimplementasikan platform pembelajaran yang memungkinkan diskusi fiqih (jurisprudensi Islam) dalam lingkungan digital. Fitur-fitur inovatif…