Rahasia Lulusan STIQ Ash-Shiddiqiyah Unggul di Mimbar dan Dunia Kerja
Sarjana Muslim seringkali dihadapkan pada pilihan: menjadi ahli agama yang kuat di masjid (Mimbar), atau menjadi profesional yang kompeten di perkantoran (Dunia Kerja). Padahal, Islam mengajarkan bahwa keduanya dapat terintegrasi. Umat membutuhkan sosok intelektual Qur’ani yang mampu berdakwah dengan ilmu dan berprofesi dengan iman.
Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an (STIQ) Ash-Shiddiqiyah adalah institusi yang didirikan untuk memecahkan dilema ini. Dengan fokus pada Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, STIQ Ash-Shiddiqiyah secara sistematis membentuk lulusan yang memiliki kecerdasan spiritual (Wahyu) dan kecerdasan intelektual (Nalar), memastikan mereka unggul di semua arena kehidupan.
Tiga Rahasia Keunggulan Lulusan STIQ Ash-Shiddiqiyah
Rahasia utama yang membedakan lulusan STIQ Ash-Shiddiqiyah terletak pada kurikulum terpadu yang memaksakan penguasaan ganda:
1. Rahasia Mimbar: Penguasaan Hujjah dan Retorika Dakwah
Keunggulan di Mimbar (dakwah dan pengajaran agama) terletak pada penguasaan dalil (hujjah) yang kuat dan kemampuan komunikasi yang meyakinkan (retorika).
- Kekuatan Hafalan dan Sanad: Mahasiswa didorong mencapai hafalan Al-Qur’an yang mutqin (kokoh) dan mendalam. Penguasaan Sanad (rantai transmisi) memberikan otoritas keilmuan yang tak tertandingi saat berbicara di hadapan publik.
- Analisis Tafsir Kontemporer: Studi Tafsir tidak hanya membahas konteks masa lalu, tetapi melatih mahasiswa mengaplikasikan pesan Al-Qur’an pada isu-isu kekinian, membuat dakwah mereka relevan dan mencerahkan.
2. Rahasia Dunia Kerja: Kompetensi Riset dan Aplikasi Syariah
Lulusan STIQ Ash-Shiddiqiyah tidak gentar memasuki sektor-sektor profesional karena mereka memiliki keahlian yang terapan dan berlandaskan Syariah.
- Ahli Fatwa Praktis: Lulusan mampu mengidentifikasi dan memecahkan masalah di lembaga keuangan syariah, perbankan, atau bahkan teknologi dengan kerangka Syariah yang kuat, menjadikan mereka kandidat utama sebagai Sharia Compliance Officer.
- Keahlian Riset Akademik: Mahasiswa dilatih meriset fenomena sosial dan keagamaan dengan metodologi ilmiah modern. Kemampuan ini membuka jalan bagi karir di bidang akademisi, konsultan, atau peneliti.
3. Lingkungan Pembentukan Karakter (Ruhul Mujahadah)
Keunggulan yang paling mendasar adalah integritas dan karakter. STIQ Ash-Shiddiqiyah, melalui tradisi keilmuannya, menanamkan:
- Disiplin Qur’ani: Disiplin yang lahir dari rutinitas muraja’ah (mengulang hafalan) dan ibadah membentuk mentalitas yang teliti, sabar, dan bertanggung jawab—sifat yang sangat dicari di dunia kerja.
- Moderasi Beragama: Lulusan dibentuk sebagai penyebar Islam yang damai, toleran, dan adaptif, sehingga mereka mudah diterima dan mampu menjadi pemimpin di tengah masyarakat yang majemuk.
Kesimpulan: Lulusan STIQ, Simbol Keberkahan dan Kualitas
Memilih STIQ Ash-Shiddiqiyah adalah memilih jalan untuk menjadi insan ulil albab—orang yang berpikir dan berzikir. Rahasia keunggulan lulusannya terletak pada keberhasilan mengawinkan tradisi keilmuan Al-Qur’an dengan tuntutan profesional modern.
Lulusan STIQ Ash-Shiddiqiyah adalah bukti nyata bahwa seorang Hafizh dapat menjadi Sarjana Unggul yang mampu memimpin di mimbar dakwah sekaligus di meja kerja.
