Mengatasi Kecanduan Layar dan Kelelahan Mental dengan Kekuatan Tadabbur Al-Qur’an
Generasi muda Muslim hari ini hidup di tengah lautan notifikasi. Kecanduan terhadap media sosial, game online, dan konten digital yang cepat (scrolling tanpa henti) telah memicu krisis kesehatan mental: kelelahan digital (digital fatigue), Attention Deficit (kesulitan fokus), kecemasan, dan hilangnya makna hidup. Sementara berbagai terapi modern ditawarkan, solusi yang berakar pada spiritualitas Islam sering kali terabaikan.
Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an (STIQ) Ash-Shiddiqiyah melihat fenomena ini sebagai panggilan. Kami percaya bahwa Tadabbur Al-Qur’an—merenungkan dan menghayati makna ayat-ayat suci—adalah antidote paling ampuh untuk mengatasi kekosongan jiwa dan ketergantungan pada dopamine rush digital. Lulusan STIQ adalah ahli yang siap mengajarkan metode Tadabbur ini sebagai teknik digital detox yang mendalam dan berkelanjutan.
Tiga Langkah Digital Detox ala STIQ Ash-Shiddiqiyah
STIQ Ash-Shiddiqiyah melatih mahasiswanya untuk menjadi pelopor dalam mengajarkan Tadabbur sebagai gaya hidup:
1. Mengubah Hifzh (Menghafal) Menjadi Muraqabah (Pengawasan Diri)
Kualitas hifzh (hafalan) di STIQ diarahkan untuk membangun kesadaran diri dan pengawasan terhadap perilaku.
- Fokus pada Hati: Metode Tadabbur yang diajarkan di sini adalah seni mematikan noise digital dan mendengarkan suara hati yang dibimbing oleh wahyu. Ketika seseorang fokus pada makna ayat (bukan sekadar kecepatan scrolling), kemampuan konsentrasi dan kesadaran diri (self-awareness) secara alamiah meningkat.
- Teguran Ayat: Mahasiswa dilatih menggunakan ayat-ayat tentang waktu, janji, dan tanggung jawab sebagai cermin (muraqabah), membantu mereka mengendalikan penggunaan waktu yang terbuang sia-sia di layar.
2. Membangun Konten Tafsir yang Mindful dan Solutif
Lulusan STIQ dipersiapkan untuk melawan konten fast-food digital dengan sajian spiritual yang mindful dan mendalam.
- Dakwah Slow Content: Lulusan didorong menghasilkan konten Tafsir yang slow (lambat, mendalam, fokus), seperti podcast atau video berdurasi panjang yang mengajak audiens untuk berhenti, bernapas, dan merenung. Ini adalah alternatif yang sehat bagi otak yang lelah karena paparan informasi instan.
- Studi Kasus Psikologis: Mahasiswa mempelajari ayat-ayat yang terkait dengan manajemen emosi, anxiety, dan self-worth dari perspektif Al-Qur’an, memberikan solusi kejiwaan yang berbasis tauhid.
3. Mengintegrasikan Tadabbur dengan Ilmu Psikologi Modern
Untuk mengatasi masalah modern, Sarjana Qur’ani harus mampu berbicara dengan bahasa ilmu modern.
- Jembatan Ilmu: STIQ mengajarkan lulusannya cara menjembatani konsep Tazkiyatun Nafs (penyucian jiwa) dengan terapi psikologi kontemporer. Mereka mampu menjelaskan bahwa ketenangan (sakinah) yang dijanjikan Al-Qur’an adalah bentuk kesejahteraan mental tertinggi yang melebihi hasil sementara dari likes dan views.
Memilih STIQ Ash-Shiddiqiyah adalah memilih bekal ilmu yang relevan secara spiritual dan psikologis untuk menghadapi tantangan Abad ke-21. Lulusan kami siap menjadi pakar Tadabbur yang mampu memimpin komunitas mereka melakukan digital detox Qur’ani, mengembalikan fokus, dan menemukan kedamaian sejati di tengah kebisingan digital.
