Menyelami Al-Qur’an di Era Kecerdasan Buatan
Ketika Al-Qur’an Bertemu Teknologi Bayangkan seorang mahasiswa di Aceh Tenggara dapat mengakses ribuan tafsir klasik dari berbagai mazhab hanya dengan sekali klik. Seorang dai dapat menganalisis pola ayat-ayat tentang toleransi menggunakan algoritma pembelajaran mesin untuk menyusun khutbah yang kontekstual. Atau seorang peneliti dapat memetakan jaringan semantik antar konsep dalam Al-Qur’an melalui visualisasi data interaktif. Ini bukan fiksi ilmiah. Ini adalah realitas Digital Qur’anic Studies — sebuah pendekatan revolusioner dalam mempelajari Al-Qur’an yang menggabungkan metode filologi klasik dengan teknologi digital dan kecerdasan buatan. Di tengah era di mana teknologi mengubah hampir setiap aspek kehidupan manusia, pertanyaan krusial muncul: Bagaimana umat Islam…
