Menguasai Sumber Turats dan Riset Kontemporer dengan Kecakapan Digital
Menjadi seorang Mufassir (Ahli Tafsir) di abad ke-21 menuntut dua keahlian sekaligus: penguasaan mendalam atas kitab turats (kitab klasik) dan kecakapan dalam teknologi digital untuk riset kontemporer. Internet adalah lautan informasi, tetapi juga sumber hoaks keagamaan dan penafsiran yang menyimpang. Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an (STIQ) ASH membekali mahasiswanya dengan literasi digital tingkat tinggi. Kami memastikan lulusan kami adalah sarjana musnad (bersanad) yang menghormati tradisi dan sarjana digital yang mampu memimpin studi Al-Qur’an di ruang siber. 1. Digitalisasi Kitab Turats sebagai Akses Riset Akses cepat ke referensi primer adalah kunci penelitian Tafsir modern. STIQ ASH melatih mahasiswa untuk: 2. Tafsir Kontemporer…
