Solusi STIQ Ash-Shiddiq Hadapi “Mager” Generasi Z Indonesia 2025
Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an Ash-Shiddiq di tengah tantangan moral dan pendidikan di Indonesia 2025 memiliki peranan vital mengatasi krisis kesehatan mental dan rendahnya aktivitas fisik remaja yang sekarang menjadi fenomena nasional. Generasi muda di Indonesia menghadapi tekanan sosial yang besar, termasuk risiko kesehatan mental dan kecenderungan malas bergerak, sebagaimana survei Kemenkes terbaru menunjukkan bahwa 58 persen remaja usia 10-14 tahun cenderung rendah aktivitas fisik. Di sisi lain, tekanan media sosial memperparah gangguan kecemasan dan depresi pada remaja, menuntut respon pendidikan yang tidak hanya intelektual tetapi juga spiritual dan moral.
Pendidikan Islam, khususnya yang berbasis Al-Qur’an seperti yang difokuskan di STIQ Ash-Shiddiq, dapat menjadi solusi strategis dalam membentuk karakter kuat dan sehat secara mental. STIQ Ash-Shiddiq memadukan tradisi keilmuan klasik dan teknologi modern untuk menghasilkan generasi Qur’ani yang cerdas, berakhlak mulia, dan mampu menghadapi tantangan era digital dengan keseimbangan iman dan ilmu. Pendekatan pembelajaran modern yang berwawasan global dan berbasis nilai-nilai Qur’ani juga mempersiapkan mahasiswa untuk berkontribusi positif dan berdaya saing dalam masyarakat.
Selain itu, integrasi teknologi informasi qur’ani dalam kurikulum STIQ Ash-Shiddiq mengajarkan mahasiswa tidak hanya menguasai konteks Al-Qur’an secara mendalam, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi digital secara etis dan kreatif, sehingga bisa mengatasi tantangan disinformasi dan budaya digital negatif yang marak saat ini. Melalui program dakwah dan komunikasi Islam, mahasiswa dibekali keterampilan strategis menghadapi dinamika komunikasi media sosial yang kompleks dan membangun narasi dakwah yang relevan namun tetap berpegang pada nilai Qur’ani.
Berikhtiar membangun masa depan bangsa yang berkarakter Qur’ani, STIQ Ash-Shiddiq juga menempatkan spiritualitas dan pengamalan Al-Qur’an sebagai pondasi utama. Dengan lingkungan yang penuh keberkahan dan pembimbingan para dosen ahli, kampus ini berkomitmen mencetak intelektual Islami yang tidak hanya pandai secara akademik, tetapi juga berperan sebagai agen perubahan untuk mengatasi persoalan sosial masa kini seperti krisis mental dan perilaku negatif di kalangan remaja.
Artikel ini dapat menjadi panggilan kepada masyarakat luas untuk bersama mendukung dan mengapresiasi pendidikan berbasis Al-Qur’an yang tidak hanya mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk generasi dengan karakter unggul dan berdaya tahan mental dalam menghadapi segala tantangan zaman.
