Generasi Qur’ani Menjawab Kegelisahan Indonesia Hari Ini
Indonesia sedang menghadapi banyak kegelisahan: biaya hidup yang terasa kian berat, lapangan kerja yang tidak sebanding dengan jumlah pencari kerja, hingga kasus korupsi yang terus menggerus kepercayaan publik. Di tengah dinamika itu, muncul pertanyaan penting: siapa yang akan menjadi kompas moral dan intelektual bangsa di masa depan?
STIQ Ash-Shiddiq hadir dengan jawaban: melahirkan generasi Qur’ani yang tidak hanya fasih membaca ayat, tetapi juga mampu membaca realitas sosial dan memberi solusi dengan cahaya Al-Qur’an.
Biaya Hidup Tinggi dan Krisis Harapan Anak Muda
Berbagai survei menunjukkan bahwa tingginya biaya hidup menjadi salah satu kekhawatiran terbesar masyarakat Indonesia saat ini. Di sisi lain, jutaan anak muda termasuk lulusan perguruan tinggi masih berjuang mencari pekerjaan yang layak dan bermartabat.
Di sinilah pentingnya pendidikan yang tidak hanya mencetak pencari kerja, tetapi pencipta peluang. Melalui program seperti Teknologi Informasi Qur’ani dan Dakwah Digital, mahasiswa STIQ Ash-Shiddiq dilatih untuk kreatif, berjiwa wirausaha, dan memanfaatkan teknologi tanpa melepaskan nilai-nilai Qur’ani.
Korupsi, Krisis Akhlak, dan Pentingnya Ulul Albab
Korupsi tetap menjadi salah satu isu yang paling banyak dikeluhkan masyarakat karena merusak keadilan sosial dan kepercayaan kepada institusi negara. Masalah ini bukan hanya soal sistem, tetapi juga soal karakter dan ketakwaan.
Pendidikan Al-Qur’an yang mendalam membentuk pribadi shiddiq, amanah, dan takut berkhianat meski tidak diawasi manusia. Lulusan STIQ Ash-Shiddiq dipersiapkan untuk hadir di berbagai bidang—dakwah, pendidikan, riset, hingga teknologi—sebagai sosok yang membawa budaya kejujuran dan amanah di tempat mereka mengabdi.
Disrupsi Digital dan Tantangan Dakwah di Era Konten
Ruang digital kini penuh dengan banjir informasi, hoaks, konten yang merusak nilai, dan budaya instan yang mengikis kedalaman berpikir. Di saat yang sama, dakwah dan pendidikan Islam dituntut tampil relevan, kreatif, dan mudah dijangkau generasi muda.
Melalui program Dakwah dan Komunikasi Islam, STIQ Ash-Shiddiq membekali mahasiswa dengan kemampuan mengelola media digital, membuat konten bermutu, dan menyampaikan pesan Qur’ani dengan bahasa yang dekat dengan generasi hari ini. Setiap ayat tidak hanya dihafal, tetapi diterjemahkan menjadi gagasan, gerakan, dan karya yang hidup di tengah masyarakat.
