Fenomena Viral Bernuansa Islami 2025
Tahun 2025, budaya sehari-hari Indonesia kembali mendunia lewat tren “Tung Tung Sahur” yang menembus ratusan juta tayangan secara global dan menjadi simbol unik Ramadhan ala Nusantara. Fenomena ini menunjukkan bagaimana tradisi Islam lokal dapat menjadi konten global yang positif jika dikemas kreatif di media digital.
Di sisi lain, konten edukasi islami di platform pendek seperti TikTok terus tumbuh dan terbukti efektif menarik minat generasi muda mempelajari agama, termasuk bahasa Arab sebagai kunci memahami Al-Qur’an dan hadits. Tren ini menandakan pergeseran cara belajar dari metode konvensional ke model hybrid yang memadukan kelas, riset, dan konten digital singkat.
Peluang Besar bagi Kampus Qur’ani
Penelitian di beberapa kampus menunjukkan bahwa konten islami edukatif di TikTok dapat meningkatkan motivasi belajar karena dikemas dengan gaya santai, relevan, interaktif, dan dekat dengan keseharian mahasiswa. Fitur video pendek, kolom komentar, dan diskusi daring membantu mahasiswa lebih percaya diri bertanya dan mengekspresikan pemahaman mereka tentang materi keislaman.
Bagi perguruan tinggi Islam, tren ini adalah peluang strategis untuk menjadikan mahasiswa bukan hanya konsumen konten, tetapi juga kreator dakwah dan edukasi Qur’ani yang sistematis, terarah, dan berbasis bimbingan dosen. Dengan kurikulum yang mengintegrasikan tafsir, teknologi informasi, dan komunikasi dakwah, kampus dapat melahirkan sarjana yang mampu mengawal arus viral agar tetap selaras dengan nilai-nilai Al-Qur’an.
Gagasan Isi Artikel untuk Website STIQ
Artikel di website STIQ Ash-Shiddiq dapat mengangkat:
- Analisis singkat fenomena “Tung Tung Sahur” yang mendunia dan pelajaran dakwah kreatif di baliknya.
- Data dan hasil riset tentang efektivitas TikTok sebagai media pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan bahasa Arab untuk generasi milenial dan Gen Z.
- Rekomendasi peran kampus Qur’ani: membina “influencer Qur’ani”, membuat laboratorium konten dakwah digital, dan mengintegrasikan proyek konten viral bernilai edukatif dalam tugas perkuliahan.
Dengan menghubungkan fenomena viral yang sedang ramai dengan visi STIQ sebagai kampus Qur’ani berbasis teknologi, artikel akan terasa aktual, relevan, dan sekaligus menguatkan citra kampus sebagai pelopor integrasi ilmu Al-Qur’an dan transformasi digital.
