Month: December 2025

Sumatera Tenggelam, Digital Chaos, Represi Brutal: Al-Qur’an Jawab Krisis Indonesia 2025 via STIQ Ash-Shiddiq

Desember 2025, Indonesia karam dalam badai krisis: banjir ekologis Sumatera tewaskan ratusan, krisis talenta digital gap 9 juta pekerja IT, dakwah digital banjir hoaks, dan represi HAM polisi catat 602 kekerasan. STIQ Ash-Shiddiq Kutacane jadi benteng Qur’ani, padukan tafsir mendalam dengan tech etis untuk lahirkan generasi shiddiq atasi neraka ini.​ Bencana Ekologis: Sumatera Tenggelam, Al-Qur’an Panggil Khalifah Digital Banjir rob Sulawesi Tengah, deforestasi Aceh 379 ribu hektar, dan longsor Sumbar lumpuhkan ribuan jiwa—bukti kegagalan negara kawal eksploitasi alam. Program Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir STIQ Ash-Shiddiq ajar ayat khalifah fil ardhi (QS Al-Baqarah:30), transformasi mahasiswa jadi aktivis lingkungan pakai app monitoring…

Hoaks Keagamaan dan Perpecahan Umat: Tantangan Serius bagi Indonesia Digital

Wajah Baru Hoaks Bernuansa Agama Di era media sosial, hoaks keagamaan menyebar jauh lebih cepat daripada klarifikasinya, sering kali lewat pesan berantai, poster digital, atau video pendek yang tampak “alim” namun menipu. Tidak sedikit hoaks yang mencatut nama Kementerian Agama, menawarkan haji atau bantuan keagamaan gratis, hingga surat edaran palsu yang memanfaatkan kepercayaan umat untuk kepentingan penipuan dan provokasi.​ Hoaks keagamaan bukan hanya soal informasi salah, tetapi juga tentang manipulasi emosi—memancing kemarahan, rasa dizalimi, dan kebencian terhadap kelompok lain. Kondisi ini semakin berbahaya ketika masyarakat memiliki literasi digital yang rendah, sehingga cenderung langsung percaya dan membagikan informasi tanpa tabayyun.​ Dari…

Senjata Generasi Z Aceh Lawan Hoaks dan Krisis Dakwah 2025

Indonesia hadapi ledakan dakwah digital dengan 231 juta pengguna internet pada 2025, tapi hoaks agama dan literasi rendah ancam pemuda Aceh Tenggara, di mana transformasi digital tertinggal akibat kesenjangan infrastruktur.​ Hoaks Qur’ani Menggila di Medsos Aceh Platform digital banjiri konten tafsir Al-Qur’an tak terverifikasi, buat generasi muda rentan radikalisme dan salah paham ayat suci, terutama pasca-banjir Sumatra yang tingkatkan pencarian spiritual online. Literasi digital rendah di Aceh perburuk isu ini, dengan ulama lokal seperti di UIN Ar-Raniry tekankan tabayun konten sebelum sebarkan. Pemuda butuh tools digital untuk bedakan hakikat Qur’ani dari manipulasi AI.​ Tantangan Dakwah: Dari Manuskrip ke AI Generatif…

Cahaya Al-Qur’an Hadapi Badai Ekonomi Indonesia

Krisis ekonomi Indonesia tahun 2025 semakin memburuk dengan inflasi mencapai 5%, kenaikan harga pangan 15%, dan pengangguran pemuda 18% yang memicu demo massal di berbagai kota. Hutang rumah tangga melonjak hingga 55% dari PDB, sementara sektor manufaktur kehilangan jutaan pekerja akibat tekanan global.​ Gambaran Lengkap Krisis Ekonomi NasionalPerlambatan pertumbuhan ekonomi di awal 2025 disebabkan kombinasi faktor seperti fluktuasi rupiah, penurunan ekspor komoditas, dan dampak perang dagang global yang memukul UMKM. Kelas menengah bawah paling terdampak dengan biaya hidup naik tajam, sementara 70% lulusan sarjana kesulitan bersaing karena kurang keterampilan digital di era AI dan e-commerce. Konsekuensi sosial mencakup migrasi massal…

Hoaks Keagamaan dan Cyberbullying Menggila

Hoaks keagamaan dan cyberbullying merajalela di media sosial Indonesia, memicu intoleransi dengan 402 kasus pelanggaran kebebasan beragama pada paruh pertama 2025 saja. Fenomena ini mengancam moderasi beragama, di mana 44% masyarakat tak sadar menyebarkan berita palsu hingga viral, merusak kerukunan umat. STIQ Ash-Shiddiq Kutacane hadir sebagai benteng Qur’ani, melatih generasi digital yang bijak melalui ilmu Al-Qur’an dan teknologi etis.​ Dakwah Digital yang Terancam HoaksEra digital membuka peluang dakwah masif, tapi tantangan utama adalah hoaks, ujaran kebencian, dan ekstremisme yang polarisasi umat. Di Indonesia, literasi digital da’i masih rendah, membuat pesan Islam autentik tenggelam di antara konten sensasional dan cyberbullying yang…

Generasi Scroll, Tapi Tidak Bisa Baca Qur’an: Tantangan Indonesia dan Peran Kampus Qur’ani

Krisis Literasi Al-Qur’an di Negeri Umat Islam Terbesar Lebih dari separuh umat Muslim Indonesia belum lancar membaca Al-Qur’an dengan tajwid yang benar, meskipun negeri ini rumah bagi 230 juta Muslim. Riset Kemenag menunjukkan indeks literasi Qur’ani masih kategori tinggi secara nasional, tapi generasi Z dan Alpha justru paling rentan karena prioritas gadget menggeser tradisi tilawah harian. Akibatnya, pemahaman makna dan tafsir Al-Qur’an pun minim, membuat ayat suci hanya jadi hafalan ritual, bukan pedoman hidup.​ Banjir Digital dan Krisis Moral Remaja Media sosial menjadi ladang subur penyebaran konten hedonis, radikalisme algoritmik, dan budaya instan yang merusak akhlak generasi muda. Kasus kekerasan…

Menjaga Generasi Qur’ani di Tengah Badai Digital Indonesia

Di era digital, pemuda Indonesia hidup di dua dunia sekaligus: dunia nyata dan dunia maya. Di satu sisi, teknologi membuka peluang belajar tanpa batas; di sisi lain, generasi muda terpapar kecanduan gawai, informasi negatif, dan gempuran konten yang menjauhkan mereka dari Al-Qur’an. Fenomena ini menjadikan misi melahirkan generasi Qur’ani bukan sekadar slogan, tetapi kebutuhan mendesak bagi masa depan bangsa.​ Krisis Literasi Al-Qur’an di Negeri Muslim Terbesar Berbagai riset menunjukkan bahwa masih lebih dari separuh Muslim Indonesia belum lancar membaca Al-Qur’an secara benar. Angka ini sangat kontras dengan status Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia dan maraknya lembaga…

Fenomena Viral Bernuansa Islami 2025

Tahun 2025, budaya sehari-hari Indonesia kembali mendunia lewat tren “Tung Tung Sahur” yang menembus ratusan juta tayangan secara global dan menjadi simbol unik Ramadhan ala Nusantara. Fenomena ini menunjukkan bagaimana tradisi Islam lokal dapat menjadi konten global yang positif jika dikemas kreatif di media digital.​ Di sisi lain, konten edukasi islami di platform pendek seperti TikTok terus tumbuh dan terbukti efektif menarik minat generasi muda mempelajari agama, termasuk bahasa Arab sebagai kunci memahami Al-Qur’an dan hadits. Tren ini menandakan pergeseran cara belajar dari metode konvensional ke model hybrid yang memadukan kelas, riset, dan konten digital singkat.​ Peluang Besar bagi Kampus…

Generasi Qur’ani Menjawab Kegelisahan Indonesia Hari Ini

Indonesia sedang menghadapi banyak kegelisahan: biaya hidup yang terasa kian berat, lapangan kerja yang tidak sebanding dengan jumlah pencari kerja, hingga kasus korupsi yang terus menggerus kepercayaan publik. Di tengah dinamika itu, muncul pertanyaan penting: siapa yang akan menjadi kompas moral dan intelektual bangsa di masa depan?​ STIQ Ash-Shiddiq hadir dengan jawaban: melahirkan generasi Qur’ani yang tidak hanya fasih membaca ayat, tetapi juga mampu membaca realitas sosial dan memberi solusi dengan cahaya Al-Qur’an.​ Biaya Hidup Tinggi dan Krisis Harapan Anak Muda Berbagai survei menunjukkan bahwa tingginya biaya hidup menjadi salah satu kekhawatiran terbesar masyarakat Indonesia saat ini. Di sisi lain,…

Solusi STIQ Ash-Shiddiq Hadapi “Mager” Generasi Z Indonesia 2025

Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an Ash-Shiddiq di tengah tantangan moral dan pendidikan di Indonesia 2025 memiliki peranan vital mengatasi krisis kesehatan mental dan rendahnya aktivitas fisik remaja yang sekarang menjadi fenomena nasional. Generasi muda di Indonesia menghadapi tekanan sosial yang besar, termasuk risiko kesehatan mental dan kecenderungan malas bergerak, sebagaimana survei Kemenkes terbaru menunjukkan bahwa 58 persen remaja usia 10-14 tahun cenderung rendah aktivitas fisik. Di sisi lain, tekanan media sosial memperparah gangguan kecemasan dan depresi pada remaja, menuntut respon pendidikan yang tidak hanya intelektual tetapi juga spiritual dan moral.​ Pendidikan Islam, khususnya yang berbasis Al-Qur’an seperti yang difokuskan di STIQ…