Month: January 2026

Mengapa Mahasiswa STIQASH Adalah Calon Terapis Terbaik Masa Depan?

Istilah burnout, anxiety, hingga quarter-life crisis kini bukan lagi kata-kata asing di telinga kita. Di tengah dunia yang bergerak terlalu cepat, banyak orang merasa kehilangan arah. Menariknya, di saat orang-orang mencari ketenangan melalui meditasi atau healing mahal, kita di STIQ Al-Lathifiyah sebenarnya sedang memegang “kunci” ketenangan yang paling otentik. Pernahkah Anda terpikir bahwa mempelajari Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir bukan sekadar untuk menjadi akademisi, tetapi untuk menjadi “penyembuh” bagi jiwa yang gersang? Al-Qur’an: Lebih dari Sekadar Bacaan Ritual Bagi banyak orang, Al-Qur’an mungkin hanya dibuka saat pengajian atau shalat. Namun, bagi mahasiswa STIQASH, Al-Qur’an adalah Manual Book kehidupan. Dalam psikologi modern,…

Bukan Cuma Hafalan: Mengapa Belajar Al-Qur’an adalah “Self-Care” Terbaik di Era Digital?

Di zaman sekarang, kita sering merasa burnout, cemas akan masa depan (quarter-life crisis), hingga rasa hampa meski sudah sukses secara materi. Kita mencari pelarian ke liburan mahal atau scrolling media sosial berjam-jam, namun ketenangan tak kunjung datang. Pernahkah Anda terpikir bahwa solusinya ada di rak buku Anda sendiri? Ya, Al-Qur’an. Di STIQ Al-Lathifiyyah (STIQASH), kami percaya bahwa mempelajari Al-Qur’an bukan hanya soal mengejar pahala atau menjadi hafiz, tetapi tentang menemukan “Sifa” (Obat) bagi jiwa yang lelah. Mengapa Al-Qur’an Relevan dengan Kesehatan Mental? Dunia akademis modern mulai menyadari bahwa ketenangan batin berhubungan erat dengan mindfulness. Dalam Islam, kita mengenalnya dengan istilah…

Lebih dari Sekadar Hafalan: Mengapa Menjadi “Hamalatul Qur’an” adalah Life-Hack Terbaik di Era Digital?

Di era di mana perhatian kita terus-menerus dicuri oleh notifikasi media sosial, video pendek yang tak ada habisnya, dan tren yang berubah setiap jam, menjaga fokus menjadi kemampuan yang sangat langka. Banyak orang membayar mahal untuk kursus mindfulness atau digital detox demi ketenangan pikiran. Namun, bagi kita di STIQ Ash-Shiddiqiyyah, kita memiliki “Life-Hack” yang jauh lebih canggih dan sudah ada sejak 14 abad lalu: Interaksi intens dengan Al-Qur’an. Mengapa kuliah di STIQ dan menjadi penghafal Al-Qur’an bukan hanya soal urusan akhirat, tapi juga soal “survival” di dunia modern? Mari kita bedah: Kesimpulan: Menjadi Generasi “Cool” dengan Al-Qur’anJadi, siapa bilang mahasiswa…

Al-Qur’an dan Mental Health: Mengapa Menghafal adalah Terapi Terbaik di Era Distraksi?

Di tengah hiruk-pikuk media sosial dan tekanan hidup yang kian tinggi, istilah burnout, kecemasan, dan mental health menjadi perbincangan sehari-hari. Banyak yang mencari ketenangan lewat meditasi atau healing ke alam terbuka. Namun, bagi mahasiswa STIQ Al-Lathifiyyah, ada sebuah rahasia ketenangan yang sudah ada sejak 14 abad lalu: Interaksi intens dengan Al-Qur’an. Mengapa menghafal Al-Qur’an bukan sekadar tugas akademik, melainkan sebuah bentuk penyembuhan jiwa? Mari kita bedah perspektifnya. 1. Deep Work: Melatih Fokus di Dunia yang Terfragmentasi Dunia modern memaksa otak kita melakukan multitasking, yang sebenarnya melelahkan saraf. Saat seorang mahaswa STIQASH duduk diam untuk murojaah atau menambah hafalan baru, ia…

Menjadi Penjaga Wahyu di Era Digital: Mengapa STIQ Al-Lathifiyyah adalah Pilihan Tepat?

Di zaman yang serba cepat ini, informasi bisa datang dari mana saja. Namun, di tengah banjir informasi tersebut, kebutuhan akan pedoman hidup yang murni—yaitu Al-Qur’an—justru semakin meningkat. Dunia tidak hanya butuh orang pintar, tapi butuh individu yang hatinya terpaut pada wahyu dan pikirannya mampu menjawab tantangan zaman. Inilah misi besar yang dibawa oleh STIQ Al-Lathifiyyah (STIQ ASH). Kami bukan sekadar kampus biasa; kami adalah ekosistem tempat para penghafal dan pengkaji Al-Qur’an ditempa menjadi intelektual muslim yang moderat dan unggul. Kenapa Kuliah di STIQ ASH Itu Beda? Mungkin kamu bertanya-tanya, “Apa sih serunya kuliah di STIQ Al-Lathifiyyah?” Jawabannya bukan cuma soal…

Lebih dari Sekadar Menghafal: Mengapa STIQ Al-Lathifiyyah Adalah Laboratorium Masa Depan Penjaga Wahyu

Di era di mana kecerdasan buatan (AI) bisa menulis teks agama dalam hitungan detik, muncul sebuah pertanyaan eksistensial: Masih relevankah kita menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk mendalami Al-Qur’an secara tradisional? Jawabannya bukan hanya “masih”, tapi “mutlak perlu”. Namun, ada syaratnya: Kita tidak boleh berhenti hanya pada hafalan teks. Di STIQ Al-Lathifiyyah Palembang, kami tidak sedang mencetak penghafal yang sekadar menjadi “perpustakaan berjalan”. Kami sedang membentuk intelektual Qur’ani yang mampu menjawab tantangan zaman yang kian absurd. 1. Melampaui Batas Tekstual: Menghidupkan Dialog Wahyu Banyak orang mengira kuliah di STIQ hanya soal setoran hafalan. Di Al-Lathifiyyah, kami membedah isi kepala. Melalui Program Studi…

Arsitektur Kognitif dan Integritas Epistemik: Mengapa Hafiz Qur’an adalah Jawaban bagi Krisis Literasi Digital?

Di era di mana informasi diproduksi secara massal oleh algoritma dan kecerdasan buatan, dunia justru sedang mengalami krisis perhatian (attention crisis) dan degradasi daya ingat. Di tengah hiruk-pikuk “budaya instan” ini, institusi seperti STIQ Al-Lathifiyyah (STIQASH) berdiri bukan sekadar sebagai penjaga tradisi religius, melainkan sebagai laboratorium pengembangan kapasitas manusia yang paling otentik. Menghafal sebagai Perlawanan terhadap “Short-Term Memory” Masyarakat modern semakin bergantung pada mesin untuk menyimpan data. Akibatnya, kemampuan otak untuk melakukan deep work (kerja mendalam) terus menurun. Menghafal Al-Qur’an di STIQASH bukan sekadar aktivitas teologis, melainkan sebuah latihan akselerasi kognitif. Seorang Hamalatul Qur’an (penjaga Al-Qur’an) dipaksa untuk membangun disiplin…

Menghafal Al-Qur’an Sambil Kuliah: Beban atau Booster Produktivitas?

Seringkali muncul anggapan bahwa menghafal Al-Qur’an (Tahfidz) adalah kegiatan yang menyita waktu. Banyak calon mahasiswa atau bahkan mahasiswa aktif khawatir fokus mereka akan terbagi antara setoran hafalan dan tumpukan tugas kuliah. Namun, benarkah menghafal Al-Qur’an menghambat produktivitas? Ataukah justru sebaliknya? 1. Fenomena “Barakah dalam Waktu” Banyak mahasiswa di STIQASH membuktikan fenomena unik: semakin banyak waktu yang dialokasikan untuk berinteraksi dengan Al-Qur’an, semakin efektif mereka menyelesaikan urusan lainnya. Secara psikologis, memulai hari dengan murojaah atau menambah hafalan menciptakan kejernihan mental (mental clarity) yang membantu otak bekerja lebih fokus saat menyerap materi kuliah yang kompleks. 2. Aktivasi Otak Melalui Metode Menghafal Menghafal…

Menjaga Al-Qur’an di Tengah Hiruk Pikuk Modernitas: Tips Istiqamah bagi Penghafal dan Pencinta Al-Qur’an

Di era media sosial yang serba cepat ini, fokus manusia menjadi barang yang mewah. Notifikasi ponsel seringkali lebih cepat menarik perhatian kita dibandingkan lembaran Mushaf yang menunggu di atas meja. Bagi kita di keluarga besar STIQASH, tantangan ini adalah medan dakwah sekaligus ajang pembuktian cinta kita kepada Kalamullah. Bagaimana cara agar interaksi kita dengan Al-Qur’an tetap terjaga di tengah kesibukan yang padat? Berikut adalah beberapa langkah sederhana namun bermakna: 1. Menjadikan Qur’an sebagai “Prioritas”, Bukan “Sisa Waktu” Seringkali kita berjanji akan membaca Al-Qur’an “kalau ada waktu luang”. Masalahnya, waktu luang jarang datang sendiri jika tidak diciptakan. Cobalah membalik logikanya: berikan…

Cahaya Al-Qur’an di Ujung Aceh Tenggara

STIQ Ash-Shiddiq Kutacane menjadi rumah bagi para pencinta ilmu Al-Qur’an yang ingin mendalami ayat-ayat suci sambil siap hadapi dunia digital. Kampus ini memadukan tradisi klasik dengan teknologi modern, mencetak generasi Qur’ani yang shiddiq dan berkontribusi nyata bagi umat.​ Program Studi Berbasis Qur’an Tiga prodi unggulan mencakup Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir untuk pendalaman makna serta aplikasi ayat dalam masyarakat, Teknologi Informasi Qur’ani yang integrasikan pemrograman dengan etika Islam, serta Dakwah dan Komunikasi Islam untuk strategi dakwah digital efektif. Mahasiswa dibekali kemampuan hafal minimal 5 juz mutqin, lancar bahasa Arab, dan riset multidisipliner.​ Pendekatan ini memastikan lulusan kompeten sebagai guru, peneliti, atau…