Bukan Cuma Hafalan: Mengapa Belajar Al-Qur’an adalah “Self-Care” Terbaik di Era Digital?
Di zaman sekarang, kita sering merasa burnout, cemas akan masa depan (quarter-life crisis), hingga rasa hampa meski sudah sukses secara materi. Kita mencari pelarian ke liburan mahal atau scrolling media sosial berjam-jam, namun ketenangan tak kunjung datang.
Pernahkah Anda terpikir bahwa solusinya ada di rak buku Anda sendiri? Ya, Al-Qur’an.
Di STIQ Al-Lathifiyyah (STIQASH), kami percaya bahwa mempelajari Al-Qur’an bukan hanya soal mengejar pahala atau menjadi hafiz, tetapi tentang menemukan “Sifa” (Obat) bagi jiwa yang lelah.
Mengapa Al-Qur’an Relevan dengan Kesehatan Mental?
Dunia akademis modern mulai menyadari bahwa ketenangan batin berhubungan erat dengan mindfulness. Dalam Islam, kita mengenalnya dengan istilah Tadabbur.
- Validasi Perasaan dalam Al-Qur’an Al-Qur’an tidak menyuruh kita menjadi robot yang selalu bahagia. Allah menceritakan kesedihan Nabi Ya’qub dan kecemasan Ibunda Nabi Musa. Ini membuktikan bahwa menjadi manusia yang punya emosi itu normal, dan Al-Qur’an menyediakan ruang untuk itu.
- Manajemen Stres melalui Salat dan Tilawah Membaca Al-Qur’an dengan tajwid yang benar melibatkan pernapasan yang teratur. Secara biologis, ini menurunkan kadar kortisol (hormon stres) dan memberikan efek relaksasi yang instan.
- Filosofi Kehidupan yang Menenangkan Saat kita mempelajari Tafsir, kita belajar bahwa “Bersama kesulitan ada kemudahan.” Kalimat ini bukan sekadar motivasi receh, melainkan janji Tuhan yang memberikan ketahanan mental (resilience) luar biasa.
Kuliah di STIQASH: Menjadi Ahli Qur’an yang Modern
Mempelajari Al-Qur’an di tingkat perguruan tinggi seperti di STIQ Al-Lathifiyyah memberikan Anda pisau analisis yang lebih tajam. Anda tidak hanya membaca, tapi membedah:
- Sosiologi Qur’ani: Bagaimana Al-Qur’an memecahkan masalah sosial di Palembang dan Indonesia.
- Psikologi Islam: Bagaimana ayat-ayat tertentu bisa menjadi terapi bagi gangguan kecemasan.
- Literasi Digital: Bagaimana mendakwahkan nilai Al-Qur’an melalui konten yang estetik dan disukai Gen Z.
“Jangan biarkan Al-Qur’an hanya menjadi pajangan di lemari. Jadikan ia peta jalan untuk kesehatan mental dan kesuksesan duniamu.”
Kesimpulan: Mulai Langkahmu Sekarang
Pendidikan tinggi bukan hanya soal mengejar gelar S.Ag (Sarjana Agama), tapi soal membentuk cara pandang dunia (worldview) yang kokoh. Di STIQASH, kami membantu Anda menyatukan kecerdasan intelektual dengan ketenangan spiritual.
Ayo, jadilah generasi Qur’ani yang tangguh secara mental!
