Solusi Al-Qur’an Atasi Krisis Ekonomi Indonesia 2025

Solusi Al-Qur’an Atasi Krisis Ekonomi Indonesia 2025

Indonesia pada akhir 2025 menghadapi perlambatan ekonomi akibat tekanan global, penurunan konsumsi rumah tangga, dan kenaikan PPN menjadi 12% yang menekan daya beli masyarakat. Kemiskinan struktural serta pengangguran tinggi semakin memperburuk kondisi ini, terutama di tengah ketergantungan ekspor komoditas. STIQ Ash-Shiddiq mengajak umat merenungkan solusi dari Al-Qur’an untuk bangkit dari krisis ini.

Tantangan Ekonomi Terkini

Ekonomi Indonesia tumbuh di bawah target 8% karena konsumsi rumah tangga hanya 4,89% dan kebijakan fiskal ketat. Kemiskinan serta pengangguran tetap tinggi, dengan kerentanan di pedesaan akibat akses terbatas ke pekerjaan layak. Isu seperti judi online dan konflik maritim juga menambah kompleksitas.

Hikmah Al-Qur’an untuk Pemberdayaan

Al-Qur’an menawarkan prinsip ta’awun (saling tolong-menolong), infak, zakat, dan larangan riba sebagai solusi kemiskinan. Surah Al-Hasyr ayat 7 memerintahkan distribusi harta agar tidak beredar hanya di kalangan kaya, mendorong pemerataan kekayaan. Prinsip bekerja keras (QS. Al-Jumu’ah: 10) dan hemat menjadi kunci bangkit dari krisis.

Peran Teknologi Informasi Qur’ani

Program Teknologi Informasi Qur’ani di STIQ Ash-Shiddiq mengintegrasikan etika Islam dengan digitalisasi untuk ekonomi syariah. Mahasiswa dibekali pemrograman halal guna ciptakan platform zakat digital dan UMKM syariah, jawab tantangan era modern. Dakwah digital melalui media efektif tingkatkan literasi ekonomi Islam.

Langkah Nyata Generasi Qur’ani

  • Terapkan zakat produktif untuk pemberdayaan UMKM, kurangi kemiskinan struktural.
  • Bangun koperasi syariah berbasis aplikasi untuk hindari pinjol haram.
  • Kolaborasi dosen seperti Ust. Dr. Ahmad Shiddiq dengan masyarakat untuk tafsir aplikatif.

Generasi STIQ Ash-Shiddiq siap jadi pelopor, gabungkan ilmu Al-Qur’an dengan inovasi untuk Indonesia berkeadilan.

Leave a Reply