Mengatasi Kecemasan dan Burnout Generasi Z Indonesia
Di 2025, pemuda Indonesia tenggelam dalam 10 jam/hari scrolling medsos, memicu lonjakan depresi, FOMO, dan burnout hingga 40% di kalangan mahasiswa, sementara akses konseling mental masih terbatas di daerah pedesaan. Pandemi pasca dan AI overload memperburuk isolasi spiritual, membuat banyak yang lupa Al-Qur’an sebagai obat hati paling ampuh. STIQ Ash-Shiddiq menawarkan solusi unik: integrasi tafsir terapeutik dengan app Qur’ani untuk healing modern.
Masalah Saat Ini di Indonesia
Generasi Z hadapi tekanan ekspektasi karir instan via LinkedIn/TikTok, bullying cyber, dan kurang tidur kronis, dengan kasus bunuh diri remaja naik 25% tahun ini akibat konten toksik. Pendidikan formal jarang sentuh kesehatan jiwa Islami, sementara psikolog Barat tak selalu selaras nilai Qur’ani seperti tawakal dan sabar. Di Aceh Tenggara, akses bimbingan rohani minim, membuat pemuda rentan kecanduan game atau hoaks yang tambah stres.
Solusi Inovatif STIQ Ash-Shiddiq
Program Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir ajarkan tafsir ayat penyembuh seperti QS. Ar-Ra’d:28 (“Hati menjadi tenang dengan dzikrullah”), diterapkan via sesi mindfulness Qur’ani harian. Teknologi Informasi Qur’ani kembangkan app “Qur’an Heal” berbasis AI: rekam murottal personalisasi, chatbot tafsir anti-stres, dan tracker ibadah untuk kurangi burnout. Dakwah dan Komunikasi Islam latih mahasiswa jadi counselor digital, live IG sesi ruqyah online dan podcast “Al-Qur’an vs Anxiety” untuk jangkau jutaan pemuda.
Ajakan Aksi dan Manfaat Bergabung
Daftar di STIQ Ash-Shiddiq sekarang (+62 852-1234-5678) untuk jadi agen healing Qur’ani—lulusan siap kerja di startup healthtech Islam atau klinik jiwa syariah! Kampus di Jl. Pendidikan Qur’ani No. 10, Kutacane, padukan dosen elite seperti Dr. Ahmad Shiddiq dengan lab digital, ubah krisis mental jadi misi dakwah global. Raih ijazah bergengsi sambil sembuhkan diri dan umat dari jerat digital.
