Mengapa Mahasiswa STIQASH Adalah Calon Terapis Terbaik Masa Depan?
Istilah burnout, anxiety, hingga quarter-life crisis kini bukan lagi kata-kata asing di telinga kita. Di tengah dunia yang bergerak terlalu cepat, banyak orang merasa kehilangan arah. Menariknya, di saat orang-orang mencari ketenangan melalui meditasi atau healing mahal, kita di STIQ Al-Lathifiyah sebenarnya sedang memegang “kunci” ketenangan yang paling otentik.
Pernahkah Anda terpikir bahwa mempelajari Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir bukan sekadar untuk menjadi akademisi, tetapi untuk menjadi “penyembuh” bagi jiwa yang gersang?
Al-Qur’an: Lebih dari Sekadar Bacaan Ritual
Bagi banyak orang, Al-Qur’an mungkin hanya dibuka saat pengajian atau shalat. Namun, bagi mahasiswa STIQASH, Al-Qur’an adalah Manual Book kehidupan.
Dalam psikologi modern, ada teknik bernama Affirmation Therapy. Islam sudah mengenalnya jauh sebelumnya melalui tadabbur ayat-ayat harapan (raja’). Saat seseorang merasa gagal, Al-Qur’an hadir dengan:
“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.” (QS. Ali Imran: 139).
Mengapa Belajar Tafsir Itu “Cool”?
Mungkin ada yang bertanya, “Kenapa harus kuliah Tafsir? Kan bisa baca terjemahan di HP?”
Begini analoginya: Membaca terjemahan itu seperti melihat foto makanan di Instagram—indah, tapi tidak mengenyangkan. Sedangkan belajar Ilmu Tafsir di STIQASH itu seperti mencicipi masakan langsung dari dapurnya. Anda belajar konteks (Asbabun Nuzul), kedalaman makna kata, hingga rahasia di balik susunan ayatnya.
Dengan ilmu ini, mahasiswa STIQASH punya kemampuan untuk:
- Memberi Solusi: Menjawab kegelisahan masyarakat dengan perspektif wahyu yang rasional.
- Menjadi Penyejuk: Di tengah konten media sosial yang penuh hujatan, lulusan STIQASH hadir dengan narasi yang menenangkan dan mencerahkan.
Healing yang Sesungguhnya
Kuliah di STIQASH bukan berarti hidup tanpa stres. Tugas kuliah dan hafalan pasti ada. Namun, ada keberkahan unik di sini. Setiap huruf yang diulang dalam hafalan bukan hanya menjadi nilai akademik, tapi menjadi syifa (obat) bagi hati yang membacanya.
Jadi, untuk kamu mahasiswa STIQASH atau calon mahasiswa baru: Kamu bukan sedang sekadar mencari gelar. Kamu sedang menyiapkan dirimu menjadi mercusuar di tengah badai kesehatan mental yang sedang melanda dunia saat ini.
3 Alasan Bangga Jadi Bagian dari STIQASH:
- Sanad yang Jelas: Belajar langsung dari para masyaikh dan dosen yang kompeten.
- Lingkungan Qur’ani: Lingkungan yang mendukungmu untuk tetap istiqomah di tengah gempuran tren negatif.
- Relevansi Tinggi: Ilmu Al-Qur’an akan selalu dibutuhkan, selama manusia masih memiliki hati dan pikiran.
