Hoaks Keagamaan dan Cyberbullying Menggila
Hoaks keagamaan dan cyberbullying merajalela di media sosial Indonesia, memicu intoleransi dengan 402 kasus pelanggaran kebebasan beragama pada paruh pertama 2025 saja. Fenomena ini mengancam moderasi beragama, di mana 44% masyarakat tak sadar menyebarkan berita palsu hingga viral, merusak kerukunan umat. STIQ Ash-Shiddiq Kutacane hadir sebagai benteng Qur’ani, melatih generasi digital yang bijak melalui ilmu Al-Qur’an dan teknologi etis. Dakwah Digital yang Terancam HoaksEra digital membuka peluang dakwah masif, tapi tantangan utama adalah hoaks, ujaran kebencian, dan ekstremisme yang polarisasi umat. Di Indonesia, literasi digital da’i masih rendah, membuat pesan Islam autentik tenggelam di antara konten sensasional dan cyberbullying yang…
