Mempersiapkan Generasi Qur’ani Melawan Budaya Baca Cepat
Di era smartphone, kita terbiasa membaca dengan cepat (scanning), melompat dari satu informasi ke informasi lain tanpa henti. Pola ini, yang dirancang untuk mengonsumsi konten media sosial, secara tak sadar terbawa ketika kita membaca Al-Qur’an. Akibatnya, banyak Muslim merasa kehilangan kedalaman, makna, dan koneksi spiritual saat berinteraksi dengan Kalamullah. Al-Qur’an sering dibaca hanya sebatas ritual (tilawah cepat) tanpa menyentuh esensinya, yaitu Tadabbur (perenungan). Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an (STIQ) Ash-Shiddiqiyah melihat fenomena ini sebagai tantangan Tarbiyah terbesar di Abad ke-21. Kami berkomitmen menghasilkan Sarjana Tafsir yang mampu menghidupkan kembali tradisi Tilawah yang berkualitas dan mengajarkan metodologi Tadabbur yang efektif sebagai terapi…
