Author: admin

Jerat Pinjol Ilegal dan Etika Muamalah Digital: Menggali Prinsip Riba dan Gharar dalam Perspektif Al-Qur’an

Indonesia sedang menghadapi fenomena yang masif dan meresahkan: Jerat Pinjaman Online (Pinjol) Ilegal. Apa yang awalnya dipandang sebagai solusi cepat untuk kebutuhan dana mendesak, kini telah berubah menjadi mimpi buruk sosial, ekonomi, bahkan psikologis. Kasus-kasus tekanan mental, penyebaran data pribadi, hingga bunuh diri yang dipicu oleh intimidasi debt collector pinjol menjadi berita viral yang tak terhindarkan. Bagi civitas akademika Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an (STIQ), fenomena ini tidak hanya dilihat dari sudut pandang hukum positif atau teknologi, tetapi harus dikaji secara mendalam dari lensa Fiqh Muamalah dan Maqashid Syariah (tujuan-tujuan hukum Islam). Bagaimana Islam, yang menjunjung tinggi keadilan, memandang praktik Pinjol…

Badai Hoaks dan Radikalisme Digital: Solusi Qur’ani dari Kampus STIQ Ash-Shiddiq

Indonesia tercekik krisis literasi digital dengan indeks hanya 3,5 dari 5, membuat Gen Z rentan hoaks, ujaran kebencian, dan 6.402 konten radikalisme-terorisme yang menyebar di medsos sepanjang 2025. Literasi digital pelajar RI terendah ASEAN di 62%, dipicu kesenjangan infrastruktur rural-urban, guru tak siap digital, dan kurikulum lemah berpikir kritis, hingga radikalisme meresap via game online. Dakwah digital pun terancam penyalahgunaan, polarisasi, serta da’i kurang literasi tech.​ Ancaman Digital yang Menggerogoti Umat Ruang maya jadi ladang radikalisme: BNPT catat 817 konten serangan, 424 pendanaan teror, hingga perekrutan anggota, sementara hoaks capai 1.923 konten 2024. Gen Z, dengan akses smartphone masif, alami…

Dari Lembaran Mushaf ke Layar Digital: Belajar Al‑Qur’an Zaman Now di STIQ Ash‑Shiddiq

Belajar Al‑Qur’an di STIQ Ash‑Shiddiq tidak lagi berhenti pada lembaran mushaf, tetapi bergerak ke layar digital melalui riset, teknologi informasi, dan dakwah kreatif. Kampus Qur’ani ini memadukan kedalaman ilmu Al‑Qur’an dengan keterampilan abad 21 sehingga mahasiswa siap menjadi dai, peneliti, dan profesional yang relevan dengan dunia modern.​ Kampus Qur’ani di era digital STIQ Ash‑Shiddiq berkomitmen melahirkan sarjana yang menguasai ilmu Al‑Qur’an, berpikir kritis, dan memiliki akhlak mulia, dengan menjadikan nilai‑nilai Qur’ani sebagai fondasi seluruh proses akademik. Lingkungan kampus di Kutacane yang religius dan ilmiah menjadikan aktivitas tilawah, kajian, dan diskusi ilmiah sebagai bagian alami dari keseharian mahasiswa.​ Dari hafalan ke…

Menjadi Sarjana Qur’ani di Era Digital: Integrasi Ilmu, Teknologi, dan Akhlak

Apa yang membuat seorang sarjana Qur’ani berbeda di zaman sekarang? Jawabannya adalah kemampuan mengintegrasikan ilmu Al-Qur’an, teknologi modern, dan akhlak mulia dalam setiap aspek kehidupan. STIQ Ash-Shiddiq hadir sebagai kampus Qur’ani yang berkomitmen mencetak generasi intelektual yang tidak hanya menguasai ilmu Al-Qur’an, tetapi juga mampu mengaplikasikannya secara kreatif dan inovatif di tengah tantangan era digital.​ Mengapa Integrasi Ilmu dan Teknologi Penting? Di zaman yang serba digital, ilmu Al-Qur’an tidak lagi terbatas pada hafalan dan tafsir, tetapi juga perlu diintegrasikan dengan teknologi informasi dan komunikasi. Mahasiswa STIQ Ash-Shiddiq dibekali dengan kemampuan digital melalui program Teknologi Informasi Qur’ani, yang mengajarkan pemrograman, desain…

Peran Kampus Qur’ani dalam Membangun Peradaban

Dalam era modern yang penuh dinamika, peran pendidikan tinggi menjadi semakin krusial. Namun di tengah perkembangan teknologi, ilmu pengetahuan, dan perubahan sosial yang cepat, nilai-nilai Al-Qur’an tetap menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter bangsa. Di sinilah kampus berbasis ilmu Al-Qur’an seperti STIQ ASH hadir dan menawarkan kontribusi besar bagi masa depan Indonesia. 1. Al-Qur’an Sebagai Pedoman Kehidupan Modern Banyak yang mengira bahwa pendidikan Al-Qur’an hanya berfokus pada hafalan. Faktanya, di kampus seperti STIQ ASH, mahasiswa tidak hanya dituntut untuk menguasai hafalan, tetapi juga memahami makna, konteks, dan implementasi Al-Qur’an dalam kehidupan modern. Nilai-nilai Qur’ani membantu mahasiswa: 2. Menjawab Tantangan Perubahan…

Ketika Wahyu Bertemu Revolusi Teknologi, Bagaimana Peran Kita?

Di era yang serba cepat ini, setiap hari kita disuguhkan dengan kemajuan teknologi yang luar biasa, terutama kecerdasan buatan (AI). Dari chatbot yang bisa menulis esai, hingga sistem yang mampu menerjemahkan bahasa secara instan, AI telah merasuki hampir setiap lini kehidupan. Sebagai lembaga yang fokus pada studi Al-Qur’an dan ilmu keislaman, wajar jika muncul pertanyaan: Bagaimana Al-Qur’an, sebagai pedoman hidup abadi, berinteraksi dengan fenomena AI yang terus berkembang ini? Dan yang lebih penting, bagaimana peran kita sebagai Muslim dalam menghadapi persimpangan antara wahyu dan revolusi teknologi? 🤖 AI: Pelayan atau Pengganti? Pertama, mari kita tempatkan AI pada posisinya. AI adalah…

Menyongsong Generasi Qur’ani & Digital

Visi & Misi: Menyatukan Ilmu Al-Qur’an dan Teknologi Modern STIQ Ash-Shiddiq hadir sebagai lembaga pendidikan tinggi Islam dengan tujuan mulia: mencetak generasi “Qur’ani yang berilmu, beradab, dan berkontribusi untuk umat”.Dengan visi ini, STIQ Ash-Shiddiq menawarkan pendekatan pendidikan yang menggabungkan tradisi keilmuan Al-Qur’an klasik dan kecanggihan zaman — menjawab kebutuhan umat Muslim dalam konteks dunia modern. Misi kampus ini didesain untuk membentuk mahasiswa yang tidak hanya memahami Al-Qur’an secara mendalam, tetapi juga mampu menerjemahkan nilai-nilai Qur’ani ke dalam aktivitas nyata dalam kehidupan modern — menjadi dai, peneliti, atau profesional Muslim yang produktif. Program Studi & Fasilitas: Kaya Pilihan, Sesuai Zaman Beberapa…

STIQ Ash-Shiddiqiyah dalam Mengintegrasikan Sains dan Al-Qur’an dengan Metodologi yang Benar

Al-Qur’an mengandung ayat-ayat yang menyinggung fenomena alam semesta (Ayat al-Kawniyyah). Di era digital, ayat-ayat ini sering disalahgunakan atau disalahpahami: Ayat sains dipaksakan untuk mencocokkan setiap penemuan ilmiah terbaru (concordism yang berlebihan), atau sebaliknya, diinterpretasikan secara dangkal tanpa dukungan metodologi tafsir yang mapan. Permasalahan hari ini adalah: Banyak influencer non-ahli tafsir menyebarkan misinterpretasi ayat sains di media sosial, yang tidak hanya merusak citra Islam di kalangan intelektual, tetapi juga menimbulkan keraguan ketika teori ilmiah yang dicocokkan tersebut terbukti berubah. Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an (STIQ) Ash-Shiddiqiyah menyadari bahwa interaksi antara sains dan tafsir harus dilakukan dengan sangat hati-hati dan metodologis. Kami berkomitmen…

Menjadikan Riset Al-Qur’an sebagai Solusi Nyata di Era Digital

Dunia pendidikan tinggi Indonesia tengah didorong untuk bertransformasi menjadi “Kampus Berdampak”, di mana setiap riset dan inovasi harus memberikan manfaat nyata (hilirisasi) bagi masyarakat. Bagi Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an (STIQ) Ar-Rasyidiyah, tantangan ini bukan berarti harus meninggalkan identitas keilmuan Al-Qur’an, melainkan sebuah kesempatan emas untuk menghilirkan nilai-nilai wahyu dan hasil kajian tafsir menjadi solusi konkret di tengah permasalahan kontemporer. Bagaimana lembaga yang fokus pada tahfizh, tafsir, dan ulumul Qur’an ini bisa menjadi kampus yang relevan dan berdampak di era serba digital? Jawabannya terletak pada sinergi antara tradisi keilmuan yang mendalam dengan tuntutan inovasi masa kini. Dari Mushaf ke Masyarakat: Mengapa…

Menghadapi Badai Keraguan

Generasi muda Muslim hari ini hidup di tengah arus deras ideologi yang mempertanyakan segala sesuatu, terutama Skeptisisme (keraguan) dan Relativisme (anggapan bahwa semua kebenaran bersifat subjektif dan relatif, tidak ada yang absolut). Di ruang digital, mereka terpapar narasi yang mengatakan, “Semua agama sama benarnya,” atau “Kebenaran itu tergantung sudut pandang masing-masing.” Permasalahan hari ini adalah: Relativisme ini mengikis fondasi keimanan (Aqidah) dan menghilangkan pegangan moral yang kokoh, karena jika semua kebenaran sama, maka tidak ada yang penting untuk diperjuangkan. Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an (STIQ) Ash-Shiddiqiyah menyadari bahwa Al-Qur’an adalah Al-Haqq (Kebenaran Absolut) yang harus menjadi jangkar. Kami berkomitmen menghasilkan Sarjana…