Integrasi Al-Qur’an dan Ilmu Saraf Kognitif
Di persimpangan ilmu agama dan ilmu pengetahuan modern, lahir sebuah disiplin unik: Neuro-Tafsir. Ini adalah upaya ilmiah untuk mengkaji ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan fungsi kognitif, emosi, kesadaran, dan proses berpikir (tadabbur, tafakkur, ta’aqqul), dan menyelaraskannya dengan temuan-temuan terbaru dalam Ilmu Saraf (Neuroscience). Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an (STIQ) ASH mendorong mahasiswanya untuk tidak hanya menguasai teks, tetapi juga konteks manusia dalam memahaminya. Kami bertujuan mencetak cendekiawan interdisipliner yang mampu menunjukkan bahwa ajaran Al-Qur’an memiliki resonansi yang mendalam dengan mekanisme kerja otak manusia. 1. Ayat-Ayat Kognisi dan Fungsi Otak Al-Qur’an sering menyebutkan proses-proses mental yang kini dipelajari intensif dalam Ilmu Saraf.…
